07 November 2008

UGM Yogyakarta hancur akibat angin kencang.... Oh kampusku

YOGYAKARTA — Angin mengamuk di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Akibatnya, sejumlah pohon ambruk dan menyebabkan atap sejumlah gedung porak poranda.

Sebagian pohon yang ambruk menimpa atap gedung. Sebuah pohon akasia menimpa atap Kantor Pos yang ada di lingkungan UGM. Gedung Gelanggang Mahasiswa di Jalan Kaliurang tidak hanya tertimpa sebuah pohon jati yang ambruk, tetapi atapnya juga rusak tersapu angin. Sebuah mobil yang diparkir di depan Kantor Pos UGM juga tertimpa pohon sehingga kacanya pecah.


Pohon-pohon yang bertumbangan juga merusak atap dan menyebabkan sejumlah kaca gedung pecah. Gedung-gedung lainnya yang rusak, antara lain Wisma Kagama, Kopma UGM, Kantor Bank BNI 46, Kantor Bank Mandiri, Gedung Purna Budaya, dan Gedung PSKK.

Selain itu, sejumlah pohon besar yang bertumbangan juga menutupi jalan. Akibat hal tersebut, arus lalu lintas di sekitar UGM tersendat. Bunderan UGM, Jalan Kaliurang, dan Jalan Cik Di Tiro macet total serta sejumlah arus lalu lintas dialihkan.


Sejumlah gedung seperti Gedung Gelanggang UGM, mengalami kerusakan kecil di bagian atap. Sejumlah gentingnya tampak melorot. Genting-genting di atap gedung UPT Komputer juga bergeser ke bawah. Tempat parkir kantor BNI juga rusak.

Atap gedung Wisma UGM juga rusak. Papan nama di depan gedung roboh. Atap Gedung Purna Budaya juga rusak berat. Sementara itu, puluhan gerobak milik pedagang kaki lima juga berhamburan.

Menurut sejumlah saksi, termasuk saya sendiri yang sedang berada di fakultas biologi UGM, angin kencang yang menyertai hujan deras terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 14.45. Saat puting beliung mendera, mendung gelap berarak dari arah selatan ke utara dan balik lagi ke selatan. Dua Pohon besar di belakang fakultas biologi pun tumbang dan menyebabkan jalan tertutup.

Para pedagang kaki lima yang biasanya berdagang di bawah pohon sempat kocar-kocar. Hampir semua gerobak pedagang roboh akibat kuatnya angin. Sebagian pedagang dan orang yang tengah berlindung di bawah pohon terpaksa melarikan diri ke tempat yang lapang seperti di tengah Boulevard UGM.

Sisa amukan puting beliung dapat dilihat pula dari gerobak-gerobak pedagang yang berserakan di tepi jalan dan pecahan piring. Sejauh ini belum dilaporkan adanya korban jiwa.

Selain itu, berdasarkan observasi langsung di lokasi, terlihat SD percobaan juga hancur. Sejumlah perumahan dosen ikut rusak. Banyak warga menyaksikan genteng dan seng terbang terbawa angin besar saat angin tiba.

Staf Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Agus Triyanto, menjelaskan, berdasar keterangan para saksi dan arah robohnya pepohonan, besar kemungkinan bencana itu disebabkan oleh angin kencang, bukan puting beliung.

"Kalau puting beliung kan ada pohon yang terangkat. Nah, yang ini kan hanya roboh," ujarnya. Dari pantauan, pohon-pohon yang roboh umumnya mengarah ke utara, termasuk yang berukuran besar. Namun, ada pula sebuah pohon beringin di utara Gelanggang Mahasiswa UGM yang roboh ke selatan.

Agus menjelaskan, angin kencang seperti ini biasa disebut down draff atau pelepasan massa udara dari awan cumulus nimbus (CB) ke tanah. Gerakan angin yang vertikal menghempas keras permukaan tanah yang sejak siang tersinari matahari.

"Kebetulan, sepanjang siang, di Yogyakarta tekanan awan CB berada di atas kampus UGM. Demikian pula tekanan udara di atas permukaan tanah, paling kecil berada di sekitaran UGM," jelasnya.

Sementara itu, hingga pukul 17.40, sebagian besar pepohonan yang tumbang belum disingkirkan. Sejumlah ruas jalan di boulevard UGM pun masih tertutup, seperti perempatan Jalan Kaliurang atau barat daya gedung Graha Sabha dan jalan sebelah selatan Gama Book Store.

Beberapa mobil pemadam kebakaran dari Kota Yogyakarta dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta nampak datang ke lokasi.

Angin kencang yang baru kali pertama terjadi di Yogyakarta selama musim penghujan kali ini juga mematikan lampu lalu lintas, salah satunya di perempatan Toko Buku Gramedia di Jalan Sudirman. Sejumlah polisi terpaksa turun tangan mengatur lalu lintas. Sejumlah genting di teras Toko Buku Gramedia juga terlepas oleh angin.

Sungguh sebuah musibah besar bagi masyarakat jogja, khususnya UGM.

Sumber : kompas dan penmgamatan langsung

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar