16 November 2008

Owa Jawa di Ujung Kulon Tinggal 100 Ekor

PANDEGLANG, JUMAT - Populasi Owa Jawa (Hylobates moloch) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Banten makin terancam punah akibat pemburuan yang dilakukan warga yang tidak bertanggung jawab. Menurut Kepala Bagian Humas TNUK, Enjat Sudrajat saat ini populasi Owa Jawa tercatat sebanyak 100 ekor bahkan di kawasan Gunung Honje sudah menghilang.


"Tiga tahun lalu populasi owa Jawa di TNUK berkisar antara 800 sampai 1.200 ekor," ujarnya kemarin. Menurut dia, sejenis kera yang khas dengan warna tubuh abu-abu itu termasuk satwa yang dilindungi sejak tahun 1931.

Primata khas Jawa ini dapat ditemukan hanya di Pulau Jawa bagian barat, di antaranya terdapat di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Namun, dari tahun ke tahun populasi terus berkurang sehingga diperlukan penyelamatan di habitat aslinya, seperti di TNGHS, TNUK dan Gunung Gede Pangrango.

TNUK terus melakukan pengawasan serta melakukan pemantauan agar Owa Jawa tidak terjadi pemburuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Pengembangbiakan populasi Owa Jawa juga diupayakan melalui pembinaan habitat yang mendukung kehidupan satwa tersebut. Untuk pembinaan habitat diperlukan ruang penyebaran dan pergerakan kelompok populasi owa Jawa.

Enjat menyebutkan, saat ini untuk pembinaan habitat owa Jawa TNUK telah melakukan pengkayaan pohon pakan dan pohon tidur juga pengamanan habitat. Pengkayaan pohon pakan dan pohon tidur dilakukan di hutan sekunder yang berada dalam kawasan TNUK dengan cara menanam jenis tumbuhan asli yang bisa digunakan oleh owa Jawa di daerah tersebut.

"Pohon pakan itu dengan menanam berbagai jenis di antaranya pohon Afrika itu," tegasnya. Sementara itu, warga pecinta satwa langka meminta polisi hutan yang bertugas di kawasan TNUK agar bertindak tegas terhadap pelaku pemburuan owa Jawa dan macan tutul.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar