15 November 2008

Longsor Di Cianjur Akibat Penggundulan Hutan

TEMPO Interaktif, Cianjur:Longsor yang terjadi di Kecamatan Campaka, Cianjur, disebabkan penggundulan hutan di wilayah tersebut. Saat mengunjungi pengungsi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan hutan di kawasan hulu telah habis ditebang. “Ini sudah bukan dugaan lagi, tapi fakta bahwa di daerah hulu sudah terjadi penggundulan hutan,” kata Heryawan saat mengunjungi tempat penampungan pengungsi.


Bencana alam longsor terjadi Kamis dinihari lalu di Kampung Nyalindung, Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Gubernur juga menyerahkan bantuan logistik yang diterima oleh Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh. "Kami turut prihatin dan bela sungkawa atas peristiwa ini," kata Heryawan.

Bantuan logistik adalah upaya jangka pendek untuk membantu para pengungsi dan keluarga korban. Sementara rencana jangka panjang adalah merehabilitasi kawasan hutan.

Karena itu, kata Heryawan, harus ada kesadaran dari masyarakat sendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Sebab itu dinilai cukup efektif dan efisen untuk menanggulangi bencana tanah longsor.

Mulai saat ini, kata dia, masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dan rawan pergerakan tanah, harus diingatkan agar segera berpindah ke tempat lainnya yang lebih aman. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera memikirkan rencana relokasi bagi para pengungsi.

Dananya akan diambil dari dana tak tersangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu bantuan yang diberikan antara lain 3 ton beras, 400 bungkus biskuit, sarden sebanyak 1.500 kg, 600 botol sambal, 600 botol kecap, 250 potong kecap, 125 tikar, serta bantuan kesehatan lainnya.

Sedangkan untuk para keluarga korban tewas, diberikan santunan Rp 2 juta per keluarga. "Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu keperluan logistik bagi para pengungsi," kata Heryawan.

Kepala Desa Girimukti, Daman, mengatakan warga pengungsi yang ditampung di kantor Desa Girimukti seluruhnya berjumlah 224 jiwa yang berasal dari tiga wilayah, yakni Kampung Nyalindung, Bolang, dan Pojok Bolang. "Kami juga telah membuat posko kesehatan, posko bencana, serta dapur umum, untuk keperluan para pengungsi," kata Daman.
Sumber : Tempo

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar