29 Oktober 2008

Peningkatan masyarakat bergelar S1 dan S2 Vs Peningkatan nasib bangsa

Rasa senang dan bahagia menyelimuti perasaan saya melihat teman-temanku yang diwisuda. Kuliah yang telah ditempuh selama beberapa tahun akhirnya dapat diselesaikan. Wisuda merupakan akhir dari proses belajar di bangku kuliah dan awal bagi para eks-mahasiswa menunjukkan kebolehannya di dunia nyata. Inilah saatnya mantan mahasiswa tersebut membuktikan idealisme dan keilmuannya. Mahasiswa yang diharapkan menjadi tumpuan bangsa dan perubah Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat sudah sepantasnya membuktikannya sewaktu masih kuliah dan setelah selesai kuliah.

Setiap tahun jumlah lulusan S1 dan S2 di Indonesia bertambah. Apakah ini pertanda positif? secara logika jawabannya Ya. Semakin banyak orang yang berpendidikan tinggi semestinya mampu membuat masyarakat dan bangsa menjadi lebih baik. Akan tetapi, sampai saat ini fakta belum menunjukkan demikian. Pengangguran semakin banyak, tingkat kriminalitas meningkat, kemiskinan ada dimana-mana, dan para pejabat yang notabenya mantan mahasiswa justru menyengsarakan rakyat dengan moral buruk dan berjiwa koruptor. Adakah yang salah dalam pendidikan di Indonesia?

Apabila kita melihat mahasiswa pada umumnya, ternyata mereka memiliki beranekaragam motif dalam mendapatkan gelar S1 atau S2. Ada yang benar-benar untuk menuntut ilmu, tetapi ada yang bermotif lain. Ada yang ingin mendapatkan penghargaan dari masyarakat, ada yang ingin mendapatkan promosi jabatan, ada yang ingin mencari pasangan hidup, ada yang hanya ingin menghabiskan waktu, ada yang terpaksa kuliah, dan ada yang hanya ingin mendapatkan banyak teman bermain. Padahal, motif atau tujuan seseorang dalam berkuliah adalah sesuatu yang dapat mencerminkan apa yang akan dia dapat setelah selesai kuliah.

Seandainya lulusan S1 dan S2 yang benar-benar berniat untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan kualitas diri berjumlah 40 %, apakah cukup untuk merubah bangsa menjadi lebih baik? sepertinya kita harus melihat aspek lain, seperti : apakah mereka memiliki moral yang baik dan kepedulian kepada bangsa? Oleh karena itu, tidak menjadi jaminan bahwa peningkatan masyarakat bergelar S1 dan S2 dapat meningkatkan nasib bangsa. Lalu, apakah kita harus membiarkan hal ini terus terjadi? Sementara bangsa Indonesia sedang menangis menantikan kaum terpelajar bermoral memimpinnya.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar