29 Oktober 2008

HIdup adalah pilihan dalam berjuang

Hidup adalah pilihan.

Saya harus memilih segala sesuatu yang akan dilakukan. Tentu dengan konsekuensi masing-masing pilihan. Setiap pilihan akan membawa makna tersendiri bagi saya. Yang pasti dalam memilih aktivitas saya mengingat visi dan misi saya ke depan dalam hidup ini sehingga saya pilihan jalan yang kutempuh bisa efektif dan efesien demi Indonesia yang lebih baik. Sebagai contoh, pada liburan semester genap 2008 ini banyak sekali agenda yang menjadi alternatif dan saya memilih diantara sekian alternatif itu. Aktivitas utama yang saya pilih adalah melakukan penelitian untuk seminar dengan mengambil sample di Gunung Merapi, mengikuti acara wisuda saya sebagai alumni Program pembinaan sumber daya strategis (PPSDMS) angkatan ke-3, dan mengembangkan sebuah organisasi nasional yang sedang diemban (Ikatan himpunan mahasiswa biologi Indonesia).

Pada hari Selasa, 8 Juli 2008 saya dan sapto (rekan penelitian) melakukan presentasi di depan para pejabat Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk mendapatkan ijin penelitian di lokasi TNGM tersebut. Saya dengan saking PeDe-nya bersuara lantang mempresentasikan rencana penelitan saya kepada pejabat tinggi yang hadir. Untung saja ada dosen yang ikut. Kalo tidak ada dosen, pasti saya dan teman sayakebingungan menjawab pertanyaan. Dosen kami pun tersenyum dan bangga melihat kami....(GeEr)..... Kemudian pada malam harinya, dengan naik kereta api saya langsung menuju Bandung untuk melakukan studi pustaka pada tanggal 9-10 di perpustakaan ITB bersama sahabatq, Taufiq, yang ada di kampus itu. Dengan bantuan taufiq, sahabat Ikahimbi, saya tidak perlu waktu lama untuk mencari buku-buku yang saya perlukan. Sebagian besar waktu di sana saya habiskan untuk mengadakan pertemuan dengan teman-teman Ikahimbi dari ITB, UPI, UNPAD, dan UIN Bandung guna membahas kegiatan Ikahimbi wilayah dan pusat serta rekomendasi rangkaian kegiatan Rakornas Ikahimbi 2008 di Unair, Surabaya. Alhamdulillah pertemuan tersebut banyak manfaatnya dan sayasampai Jogja pada Jum’at pagi.

Aktivitas berikutnya setelah dari Bandung adalah berkoordinasi dengan Sapto, dosen pembimbingku yaitu Pak Heri Sujadmiko dan Pak Sutikno. Sesaat kemudian saya langsung mempersiapkan bekal untuk melakukan penelitian di TN Gunung merapi yang akandilakukan keesokan harinya. Matahari berganti Bulan dan bulan kemudian berganti dengan matahari, hari sabtu pagi pun datang. Pada tanggal 12 Juli 2008 saya berangkat ke TN Gunung Merapi dan mengambil sampel kulit semua jenis pohon tertentu yang berasosiasi dengan anggrek. Kulit pohon tersebut diambil untuk mengetahui ciri-ciri tipe kulit pohon yang sesuai untuk tempat hidup anggrek epifit yang berasosiasi dengan lumut. Alhamdulillah dengan usaha keras, pengambilan sample bisa selesai padapukul 14.00 WIB.

Setelah pengambilan sample untuk penelitian selesai dilakukan, kegiatan berikutnya adalah melakukan perjalanan panjang menuju Mataram, NTB untuk menghadiri Mukerwil. Pada malam hari tanggal 12 Juli 2008 saya berangkat naik kereta api ke Mataram bersama teman spesial saya, seorang BPP Ikahimbi dari departemen Kastrat, dengan terlebih dahulu mengunjungi teman-teman Ikahimbi di Unair, Surabaya. Agenda di Unair adalah bersilaturahmi dan membahas konsep awal rangkaian kegiatan Rakornas Ikahimbi 2008. Perjalanan dilanjutkan pada malam harinya dan akhirnya saya sampai pelabuhan di Bali pada pukul 02.00. Dengan menaiki bus, saya sampai terminal Ubung, Denpasar pada pukul 05.30 waktu setempat dan langsung dijemput oleh ketua Himabio Universitas Udayana terpilih. Tanpa diduga pada hari senin itu juga diadakan pelantikan Ketua Himabio Udayana, sehingga kami bisa menghadiri acara tersebut. Pada senin sore perjalanan dilanjutkan ke Mataram denganmenghabiskan waktu 3 jam naik bus mini dan 5 jam naik kapal feri.

Alhamdulillah, pada hari minggu, 13 juli 2008, pukul 21.00 waktu setempat saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Mataram. Welcome. Dengan sambutan yang sangat hangat dan manis dari panitia dan teman-teman Ikahimbi di Mataram, saya merasa sangat terharu. Kegiatan Mukerwil Ikahimbi wilayah Bali dan Nusa tenggara dimulai pada hari senin pukul 10.00 waktu setempat di IKIP Mataram dengan diawali sambutan oleh Dekan FMIPA IKIP. Sungguh, dekan FMIPA Mataram adalahsosok dekan yang merakyat dan menjadi tauladan yang baik.

Seiring berjalannya diskusi dalam mukerwil pada waktu itu dan melihat hasil evaluasi badan pengurus wilayah Ikahimbi yang telah ada, maka disepakati sebelum melakukan pembahasan program kerja dilakukan pemilihan koordinator wilayah yang baru beserta seluruh jajaran pengurusnya. Pemilihan badan pengurus wilayah yang baru dilakukan karena badan pengurus wilayah yang lama tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik, bahkan koordinasipun tidak pernah. Berdasarkan keputusan musyawarah disepakati saudara Wawan (Noar muda Setyawan) dari UNRAM sebagai korwil periode2008-2009.

Satu minggu saya di Mataram, tapi terasa begitu singkat. Banyak kenangan tak terlupakan. Banyak teman-teman yang sangat baik, diantaranya adalah Hendra, Darmawan, dan Saefudin. Mereka membuat saya sangat terharu dan rasanya tidak ingin meninggalkan Mataram. Namun, di sisi lain saya harus menuju tempat lain. Akhirnya, pada hari senin, 21 Juli 2008 saya meninggalkan mataram dan menuju Unair kembali dengan terlebih dahulu singgah di Bali untuk bermalam. Saya kembali ke Unair untuk melihat dan membantu persiapan awal panitia dalam menghadapi rangkaian acara Rakornas yang bernama Biospektakuler pada akhir bulanNovember-awal bulan Desember 2009.

Dua Puluh Empat juli 2008 saya sampai jogja kembali dan istirahat beberapa hari. Aktivitas perjalanan jauh pun dimulai lagi pada hari Rabu, 5 Agustus 2008 menuju DKI Jakarta. Setelah satu tahun tak bersua dengan saudara perjuangan satu idealisme, saya kembali menatap sorotan tajam mata para pemimpin masa depan. Terakhir bertemu pada saat PKN II yang juga diisi dengan outbond di Cibubur. Namun kali ini jauh berbeda. Kali ini adalah momentum sangat penting, Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) sekaligus Wisuda Peserta PPSDMS Nurul Fikri angkatan III. Ini adalah momentum pelepasan sebelum kami harus “terbang” keluar PPSDMS mengepak sayap danmengukir asa di titik langit terjauh.

Seperti pada PKN sebelumnya, pembicara yang diundang adalah para pemimpin yang sukses di bidangnya masing-masing. Diantaranya adalah Arifin Panigoro, seorang pengusaha dan politikus idealis yang keluar dari PDIP karena menurutnya sudah tidak sesuai dengan suara wong cilik. Ada Marwah Daud, pendiri pelatihan MHMMD sekaligus kader Golkar yang juga menurutku termasuk orang yang bersih. Adhaksa Dault, Menpora yang menjadi menteri dan pemuda terpopuler versi sebuah lembaga survei. Sandiaga Uno yang merupakan tokoh pengusaha muda nasional, Ketua HIPMI yang memiliki idelisme dan kecintaan yang dalam terhadap Indonesia. Ada juga Ketua MPR RI kita yang bersahaja dan sangat kuat berdakwah, DR Hidayat Nur Wahid. Semoga aku bisa menjadi sukses melebihimereka, ridhoi hambamu ini ya Allah…Amiiin

Sesuai dengan dugaanku tentang kedisiplinan PKN yang akan melibatkan TNI AD dari tim Pengintai Tempur, acara pertama dimulai dengan pelatihan PBB untuk mempersiapkan apel pembukaan PKN. Aku coba menikmati ketegasan demi ketegasan para prajurit TNI AD yang mencoba mengajarkan kedisiplinan dengan cara militer kepada kami. Pendidikan kedisiplinan ala militer ini punberlanjut di meja makan. Bayangkan! Kami harus menghabiskan makanan dalam waktu 5 menit! Gak biasa banget. Padahal secara ilmu biologi, pola makanan seperti itu tidak melalui proses memakan yang baik. Ya pastinya…harus dinikmatilah…coba bayangin saudara-saudara kita yang susah makan!

Setelah makan ada welcoming speech dari trainer kami tercinta, Pak Arief Munandar. Beliau menceritakan tentang sejarah PPSDMS dan perjuangannya. Jujur, meskipun aku sering mendengarnya tapi tak bosan telinga, otak dan hati ini untuk kembali mengolah cerita kepahlawanan para pendiri PPSDMS, terutama direktur kami yang menurutku akan menjadi ahli surga, Drs. Musholi. Bayangkan! Pada saat angkatan , yaitu 20 mahasiswa UI, PPSDMS hampir bubar karena tidak mampu membiayai operasional pembinaan. Namun karena kesungguhan, pengorbanan, pengurasan harta dan jiwa. para pengurus PPSDMS saat itu berhasil survive dengan dibantu oleh Yayasan Paguyuban Ikhlas untuk membiayai operasional selama 2 tahun pembinaan.Jalan Allah memang mutlak bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh.

Dua hari terakhir pelaksanaan PKN, yaitu hari sabtu dan minggu, kami mengikuti seminar nasional yang bertempat di gedung BNI UI dengan pembicara yang bertaraf nasional. Kegiatan di BNI UI itu terlaksana atas kerjasama semua pihak khususnya panitia local yang berasal dari UI dengan diketuai oleh seorang Akhwat (luar biasa-red). Hari terakhir adalah hari yang sangat luar biasa yaitu hari ketika kami diwisuda dari PPSDMS.

Ada acara monumental saat itu yaitu pemberian PPSDMS Award yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi tingkat nasional dengan berbagai macam kategori. Sungguh luar biasa! Teman-temanq yang menjadi nominasi apalagi yang mendapat anugerah Award tersebut memiliki prestasi yang luar biasa. Bayangkan, dengan kategori pemimpin muda diraih oleh alumnus UI yang pernah memimpin organisasi tingkat nasional dan sekarang memimpin suatu organisasi nasional di luar negeri. Lalu, ada yang meraih penghargaan karena memiliki dapat mendirikan perusahaan dengan omset 50 juta per bulan dan menciptakan berbagai macam teknologi yang sekarang sudah diaplikasikan padahal mereka masih mahasiswa. Saya yakin 10-20 tahun lagi teman-teman PPSDMS akan menjadi golongan Madya yang mampu merubah bangsa ini dan 30 tahun lagi dapat menjadi golongan utama elite di Negara Indonesia yang akan mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta.

Aktivitas berikutnya setelah wisuda PPSDMS (minggu sore tanggal 12 Agustus 2008) adalah menujuBogor. Tempat yang saya tuju adalah rumah Ibu Lili, Sekjen perhimpunan biologi Indonesia (PBI). Seperti biasanya, sambutan yang hangat dari beliau selalu membersamai. Kami membicarakan kerjasama dengan PBI dalam mendatangkan pembicara dari LIPI dan komite bioetika nasional pada seminar nasional “pemanfaatan keanekaragaman hayati dan bioetika dalam mencapai ketahanan pangan nasional” dalam salah satu acara Biospektakuler pada tanggal 29 November-3 Desember 2008 diUniversitas Airlangga.

Agenda berikutnya adalah bersilaturahmi dengan ketua Himabio UI dengan menginap dirumahnya. Selama saya diJakarta dan Bogor untuk keperluan Ikahimbi saya selalu ditemani oleh sahabat saya anak UNJ, yaitu Ijal atau lebih sering dipanggil dengan istilah Kumbo. Pada tanggal 12 Agustus 2008, dilakukan pertemuan Ikahimbi di UHAMKA sampai sore hari. Setelah merantau dikota lain akhirnya saya pulang ke rumah pada malam hari setelah pertemuan tersebut. Alhamdulillah, saya dapat bertemu dengan bapake karo mamake lan keluargane di desa Plana, Somagede, Banyumas, Jawa Tengah. Setelah sekitar dua hari di rumah, saya dengan berat hati harus meninggalkan keluarga menuju UGM kembali untuk melakukan penelitian. Mudah-mudahan pilihan perjuangan ini tidak sia-sia dan banyak manfaat yang dapat diperoleh bagi bangsa Indonesia

.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar