26 April 2008

Kemana kekayaan Papua?

Mengapa Papua, yang populasinya tak sampai 1% penduduk Jawa barat ini, Index Pembangunan manusianya - diantaranya dilihat dari tingginya kematian balita dan ibu hamil, berada pada urutan 29 dari 33 propinsi. Kemana perginya kekayaan Papua?

***

Dua tahun lalu, disebuah pertemuan kelompok masyarakat sipil di hotel Sentani Jayapura Papua, dibentangkan sebuah peta spasial digital. Itu peta Papua Barat yang terlihat hijau. Ini pulau yang masih memiliki hutan terluas di Indonesia. Papua adalah propinsi terluas, meliputi 21,9 persen luas daratan Indonesia, atau sekitar 42,198 juta ha. Data pemantauan satelit dua tahun lalu oleh FWI dan Greenpeace, menunjukkan luas hutan alaminya sekitar 17,9 juta ha

Tapi begitu konsesi ijin-ijin tambang mineral, minyak dan gas, juga ijin penebangan kayu dan perkebunan skala besar disana - di tumpang tindihkan pada peta pertama. Ada 137 konsesi perijinan, dengan luas lebih dari 31,89 juta ha. Hampir seluruh propinsi dipenuhi perijinan.

Mari kita lihat manfaat konsesi-konsesi tersebut dari satu konsesi tambang - PT Freeport dari Amerika Serikat. Ia menguasai deposit emas terbesar dan tembaga ketiga terbesar didunia - Etzberg dan Grasberg. Cadangan emas Grasberg sebanyak 4,6 milyar gram – menurut laporan Freeport tahun 2004.

Tak heran jika Freeport sejahtera. James Moffett, bos besar Freeport Indonesia, satu dari sepuluh pria bergaji tertinggi di dunia. Menurut Forbes, penghasilan Moffett mencapai Rp 432 milyar pada tahun 2006. Sementara penduduk Papua hanya bisa mengantongi Rp 2 juta per tahun, bahkan setelah Freeport 37 tahun beroperasi di sana.

Itu belum menghitung beban besar yang harus ditanggung Papua: jutaan ton limbah beracun (tailing) yang, sekiranya diekspor ke Jawa, bisa menenggelamkan Jakarta, Depok, dan Bekasi sekaligus. Masing-masing dengan kedalaman lima meter – itu data tahun lalu.

Bagaimana manfaat konsesi-konsesi yang lain? Ada 7 konsesi Hutan Tanaman Industri, 21 konsesi perkebunan skala besar, 65 konsesi penebangan kayu hutan, 15 Kontrak Karya Mineral dan Batubara, juga 29 blok migas? Bagaimana manfaat proyek gas terbesar British Petroleum Tangguh di teluk Bintuni?

Mengapa Papua, yang populasinya tak sampai 1% penduduk Jawa barat ini, Index Pembangunan manusianya - diantaranya dilihat dari tingginya kematian balita dan ibu hamil, berada pada urutan 29 dari 33 propinsi. Kemana perginya kekayaan Papua? (JM)



Sumber : Satudunia.oneworld.net

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar