12 Desember 2008

REFLEKSI PERJALANAN TIGA TAHUN IKATAN HIMPUNAN MAHASISWA BIOLOGI INDONESIA (IKAHIMBI)

Ikatan himpunan mahasiswa biologi Indonesia (Ikahimbi) didirikan pada saat musyawarah nasional mahasiswa biologi se-Indonesia tanggal 7 Desember 2005 di
Mataram. Ikahimbi didirikan dengan harapan besar dari mahasiswa biologi se-Indonesia, yaitu harapan menjadi organisasi nasional yang mampu mempersatukan himpunan mahasiswa biologi se-Indonesia. Ikahimbi dijadikan wadah kerja sama lintas kampus yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa biologi Indonesia dan berperan aktif dalam eksplorasi sumber daya alam dan konservasi lingkungan hidup dalam upaya mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi dan berpartisipasi aktif dalam menjadikan Indonesia lebih baik dan bermartabat.
Oleh : Saevul Amri (Sekjen Ikahimbi)


Kepengurusan Ikahimbi berlangsung selama dua tahun dan dipimpin oleh seorang
sekretaris jenderal. Dalam melaksanakan amanahnya, sekretaris jenderal (Sekjen) dibantu
oleh badan pengurus pusat (BPP) Ikahimbi. Untuk memudahkan kinerja Ikahimbi, maka
pada tingkat wilayah dibentuk badan pengurus wilayah (BPW) yang dipimpin oleh
koordinator wilayah. Koordinator wilayah melakukan koordinasi dengan semua
himpunan mahasiswa biologi di wilayah kerjanya dan bertanggung jawab kepada
sekretaris jenderal Ikahimbi dan himpunan mahasiswa biologi di wilayahnya.
Kepengurusan Ikahimbi yang pertama (2005-2007) dipimpin oleh Edi Arip
Miharja, mahasiswa biologi Institut Pertanian Bogor. Kepengurusan pertama ini telah
berhasil membangun Ikahimbi dari nol. Ikahimbi pada masa ini telah memiliki AD-ART,
GBHK, Peraturan keuangan organisasi (PKO), dan Pola Dasar Penyelenggaraan
Organisasi (PDPO) yang jelas. Ikahimbi telah hidup dan mulai menunjukkan
eksistensinya melalui berbagai kegiatan, seperti seminar nasional di Universitas Negeri
Jakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Mulawarman, dan Institut Pertanian
Bogor. Selain seminar nasional, telah dilakukan seminar hasil penelitian mahasiswa
biologi se-Indonesia di Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Mulawarman. Pada
tingkat wilayah, telah terbentuk 10 wilayah kerja di seluruh Indonesia (pada
kepenguruasan berikutnya menjadi 11 wilayah). Wilayah kerja yang memiliki
kepengurusan wilayahnya adalah wilayah kerja 2, wilayah kerja 3, wilayah kerja 5,
wilayah kerja 6, wilayah kerja 8, dan wilayah kerja 9. Perjalanan organisasi baru tidaklah
mudah, dari pengurus wilayah yang terbentuk tersebut ternyata tidak semua pengurus
wilayah berjalan dengan lancar seperti wilayah kerja 2 dan wilayah kerja 6. Masalah
kesulitan keuangan juga menjadi tantangan bersama. Sebagian besar pengurus pusat
Ikahimbi yang beranggotakan lebih dari 50 orang juga mengalami krisis komunikasi.
Meskipun demikian, masih terdapat sebagian pengurus pusat Ikahimbi yang yang hebat
dan tetap setia serta berjuang dengan sekuat tenaga demi kemajuan Ikahimbi. Kesuksesan
pengurus pertama Ikahimbi adalah mampu menjadikan jiwa dan semangat keberadaan
Ikahimbi telah dirasakan pada semua wilayah sebagai penyatu himpunan mahasiswa
biologi se-Indonesia dan menjadi bekal yang bagus bagi kepengurusan Ikahimbi
berikutnya.
Setelah kepengurusan pertama Ikahimbi usai, kepengurusan baru dengan
semangat baru telah terbentuk pada Musayawarah Nasional dan Musyawarah kerja
nasional Ikahimbi di Institut Pertanian Bogor. Kepengurusan Ikahimbi periode 2007-
2009 dipimpin oleh seorang Sekjen Ikahimbi yang bernama Saevul Amri, Mahasiswa
Biologi Universitas Gadjah Mada. Kepengurusan Ikahimbi yang kedua ini memiliki
modal awal yang cukup yaitu banyaknya anggota pengurus pusat yang mencapai 70
orang, hadirnya peserta saat Musyawarah Nasional yang berasal dari 9 wilayah kerja di
seluruh Indonesia, dan modal keuangan yang mencapai 1,5 juta rupiah. Lalu, apakah
yang sudah dilakukan oleh pengurus Ikahimbi hingga saat ini ?
Kepengurusan Ikahimbi yang besar dengan beranekaragam sifat dan terdistribusi
di seluruh Indonesia serta 80% pengurusnya adalah orang yang baru mengenal Ikahimbi
merupakan peluang dan tantangan dalam menjalankan amanah. Untuk mempererat
persaudaraan pengurus dan koordinasi kegiatan dilakukan komunikasi melalui media
internet dan handphone. Selama setengah tahun kepengurusan Ikahimbi, pengurus
Ikahimbi telah melakukan kegiatan seminar nasional di Universitas Airlangga,
Universitas Negeri Manado dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah; workshop
di Universitas Islam Negeri Yogyakarta; penanaman pohon dan bakti sosial di sejumlah
wilayah di Indonesia seperti di Palembang, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur,
Kalimantan Timur, Sulawesi, dan Papua; Ikahimbi peduli bencana banjir 2008 dengan
mengumpulkan dana sekitar 5 juta dan mendistribusikannya kepada masyarakat yang
membutuhkan seperti di daerah Situbondo dan Ngawi; beberapa riset pengamatan burung
dan penyu di beberapa daerah seperti di Jakarta dan Jawa Timur. Selain itu, Ikahimbi
juga telah memiliki media informasi dan komunikasi yang resmi, yaitu website
(ikahimbi.org), forum (ikahimbi.org/forum), email (mail@ikahimbi.org dan
ikahimbi@yahoo.com), friendster, Facebook, dan sudah terdaftar dalam ITglobaltalking
dan dikti.org. Dari segi kerja sama, Ikahimbi telah menjalin kerja sama yang baik dan
akan berkelanjutan dengan Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI), Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI), lembaga pemerintah seperti Departemen Kehutanan dan
Departemen Pertanian RI, dan sejumlah LSM lingkungan tingkat nasional-internasional,
seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), The Nature Conservancy (TNC), dan
Ecoton. Salah satu contoh wujud nyata kerja sama tersebut adalah disediakannya
pembicara dan juri secara gratis dan tanpa menanggung biaya transportasi dari PBI, LIPI,
dan departemen pertanian RI pada seminar nasional di Universitas Airlangga dan
Lomba Karya Hasil Penelitian (LKHP). LIPI dan PBI memberikan apresiasi yang besar
terhadap juara LKHP tersebut, yaitu dengan membantu jurnal penelitian para pemenang
untuk dimuat di dalam sejumlah jurnal nasional dan internasional terakreditasi A. Selain
itu, telah dijalin komunikasi yang baik dengan organisasi mahasiswa nasional sejenis,
seperti dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia dan Ikatan Mahasiswa
Teknologi Pertanian.
Pada tingkat wilayah, seperti di wilayah kerja 4 (Jawa tengah-DIY), 6 (Bali-Nusa
Tenggara), dan 11 (Papua) telah dibentuk pengurus wilayah yang solid dan berkomitmen
kuat, melakukan perluasan jaringan internal himpunan mahasiswa biologi, dan sampai
saat ini sedang menunjukkan eksistensi dan kontribusinya kepada Indonesia. Selain
wilayah tersebut, yaitu wilayah kerja 3 (Jakarta, Banten, dan Jawa Barat), wilayah kerja 5
(Jawa Timur), wilayah kerja 8 (Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan), dan wilayah
kerja 9 (Sulawesi) telah/sedang melakukan perluasan jaringan internal himpunan
mahasiswa biologi di wilayah kerja tersebut dan telah melakukan berbagai kegiatan
seperti bakti sosial, aksi damai, penanaman pohon, dan seminar. Wilayah yang sampai
saat ini belum memiliki pengurus wilayah adalah wilayah kerja 1 (sumatera I), wilayah
kerja 2 (sumatera II), wilayah kerja 7 (Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah), dan
wilayah kerja 9 (Maluku dan Maluku Utara). Meskipun demikian, wilayah yang belum
memiliki kepengurusan wilayah akan segera mengadakan musyawarah wilayah karena
sesungguhnya komunikasi dengan hampir semua himpunan mahasiswa biologi di
Indonesia sudah terjalin, seperti dengan himpunan mahasiswa biologi di Universitas Syah
Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, Universitas Jambi, Universitas
Siwijaya, Universitas Lampung, Universitas Palangkaraya, Universitas Tanjungpura, dan
Universitas Khairun.
Ikahimbi sebagai organisasi nasional yang baru berumur tiga tahun dapat
dikatakan berkembang dengan pesat. Namun, semua yang telah dilakukan sampai saat ini
belumlah maksimal dan kemanfaatan Ikahimbi baru dirasakan oleh pengurus dan
sebagian kecil mahasiswa biologi dan masyarakat Indonesia. Kegiatan Ikahimbi yang
termasuk utama yang berupa kegiatan penelitian bersama juga belum berkembang dengan
baik. Masih diperlukan usaha yang kuat dan dukungan dari semua pihak. Ikahimbi
dengan berbagai macam potensi yang dimiliki sangat mungkin menjadi organisasi yang
berharga dan diperhitungkan dalam level nasional beberapa tahun lagi dengan adanya
kontribusi yang nyata bagi kemajuan Ilmu pengetahuan Indonesia, perbaikan kondisi
lingkungan Indonesia, dan bagi kesejahteraan masyarakat. Namun, cita-cita tersebut tidak
mungkin tercapai apabila setiap diri mahasiswa biologi masih memiliki egoisme diri dan
kampusnya masing-masing dan tidak memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan
Ikahimbi.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar