25 Juli 2008

BAHAN BAKAR NABATI MASIH MENCEMARI UDARA ?

BICARA tentang bahan bakar dan pencemaran. Hidrokarbon yang menjadi ”sumber” bahan bakar minyak yang pada prosesnya menghasilkan Karbondioksida (CO2) adalah gas yang mencemari udara. Lalu bagaimana dengan bahan bakar minyak nabati yang juga adalah Hidrokarbon, mengapa orang-orang bilang bahan bakar nabati ini ramah lingkungan? Bukankah Hidrokarbonnya juga akan menghasilkan CO2?

carbon+cycleCO2 yang berasal dari minyak nabati dan CO2 yang berasal dari minyak bumi (fosil), sama-sama berpotensi sebagai ”pencemar”. Bedanya adalah bahwa CO2 yang berasal dari minyak bumi ”menambah” CO2 yang sebelumnya ”terkubur” di dalam materi hidrokarbon di dalam perut bumi, sementara bahan bakar dari tumbuh-tumbuhan merupakan bagian dari siklus karbon yang setimbang di atas permukaan bumi.

Walaupun pada dasarnya CO2 tidaklah ”berbahaya” bagi kehidupan manusia, namun jika kadarnya melebihi ambang batas yang ideal (0,03%), dapat menyebabkan apa yang disebut dengan efek rumah kaca.

511natgascombust

Jadi mencemari udara juga masih harus di definisikan lebih jelas lagi, unsur dan senyawa apa yang ”mencemari”. Sepeti halnya bahan bakar dari tumbuh-tumbuhan (biofuel) tidak mengandung dan melepaskan pencemar lain seperti belerang (sulfur,SO2).

Biofuel juga bersifat renewable, artinya dapat diperbaharui, sumber utama dari tumbuhan dapat di tanam dan di olah kembali hasilnya, tidak seperti bahan tambang minyak dan batubara, yang tidak bisa di ”buat” kembali.

asap_knalpotJadi jika dalam suatu kesempatan di sekolah kamu, ada demonstrasi mesin mobil yang berbahan bakar dari tumbuhan (biodiesel, bioetanol,atau bio-bio lain) jangan coba-coba menghirup asap yang keluar dari cerobong asap (knalpot)-nya, karena buangannya tetap saja CO2, walau memang bebas belerang.***


sumber : bocah.org


Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar