04 November 2008

NTB, Proyek Percontohan Pohon Jarak Pagar

MATARAM-- Hasil survei dan pemetaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat potensi areal budi daya tanaman perkebunan seluas 466.860 ha, dan luas lahan yang cocok untuk tanaman jarak pagar mencapai 325.000 ha.

Melihat areal yang cukup luas untuk tanaman jarak pagar, maka NTB dijadikan sebagai tempat proyek percontohan penanaman pohon jarak pagar nasional, demikian informasi yang diperoleh dari Dinas Perkebunan NTB, di Mataram, Selasa (4/10).

Selama tahun 2006-2010 secara nasional terget penanaman jarak pagar seluas 4.150.000 hektare, dan sekitar 622.500 hektare di antaranya berada di NTB.


Dengan pola diversifikasi atau sebagai tanaman sela, serta pemanfaatan lahan kritis di luar kawasan hutan, lebih kurang 60 persen pada areal jambu mete dan kelapa dapat ditanami pohon perdu (jarak) seluas 90.000 hektare.

Dengan memanfatkan semak-semak padang rumput di sekitar garis batas hutan, diharapkan hingga tahun 2010 areal tanaman jarak bisa mencapai 622.500 hektare.Potensi lahan tanaman jarak tersebar pada sembilan kabupaten dan kota se-NTB.

Dari areal tersebut diharapkan dapat menghasilkan sebanyak 100.830 ton minyak jarak mentah (crude jatropha oil/CJO) sebanyak 35.294 ton. Uji coba pengembangan jarak pagar antara lain dipusatkan di bekas areal tanaman kapas di Puyung Kabupaten Lombok Tengah dengan luas areal lebih dari 15 hektare.

"Melihat potensi yang cukup besar tersebut, pemerintah Jepang memberikan bantuan masin pengolah buah jarak dan bantuan serupa juga diberikan Departemen Perdagangan sebanyak empat buah," katanya.
Sumber : http://www.republika.co.id

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar