30 Oktober 2008

Duta Muda Kehutanan & Lingkungan Hidup Indonesia

KabarIndonesia - Bertempat di Ballroom Gedung Perkantoran Metropolitan Jakarta, Yayasan Peduli Hutan Lestari (YPHL) memberikan penghargaan bagi dua insan manusia yang konsisten terhadap dalam memerangi pemanasan global (global Warming). Mereka yang dinobatkan sebagai Duta Muda Kehutanan & Lingkungan Hidup Indonesia adalah Choiriatun Nur Anisa, Vice President Organisasi Mahasiswa Kehutanan International dan Glenn Fredly yang telah mendirikan The Green Music. Mereka berdua secara serentak mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memerangi terjadinya Global Warming.


Pada acara ini, Departemen Kehutanan (Dephut) yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial dalam membacakan sambutan dari Menteri Kehutanan DR. (H.C.) H. M.S. Kaban mengatakan, Dephut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada YPHL atas upaya kepeduliannya terhadap kelestarian hutan dan lingkungan hidup. Dengan tekad dan semangat yang tinggi YPHL dengan bersinergi dengan komponen bangsa lain yang memiliki tujuan sama, dapat mewujudkan apa yang menjadi cita-cita yaitu; mengembalikan dan mempertahankan peranan Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia serta menciptakan suatu Komunitas Masyarakat Hijau yang peduli terhadap kelestarian hutan, lingkungan dan keseimbangan ekosistem, baik dalam skala nasional maupun secar global. Karena menurut dirinya, (M.S Kaban) ini merupakan cita-cita yang mulia, karena menyangkut kelangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Apabila kita tidak melakukan penyelamatan terhadap lingkungan hidup, niscaya kelangsungan makhluk hidup di muka bumi ini akan terancam.

Akhir-akhir ini kita ketahui bersama bahwa telah terjadi deforestasi dengan laju yang cukup besar, baik di daerah tropis seperti di Indonesia maupun subtropis yang diakibatkan oleh berbagai sebab diantaranya; penebangan liar, kebakaran hutan perambahan dan lain-lain. Hal ini disamping memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, juga berdampak terhadap perekonomian, baik lokal maupun global. Lebih yang mengkhawatirkan adalah punahnya spesies-spesies tertentu baik flora maupun fauna.

Berbicara tentang kondisi hutan di Indonesia, luas hutan tropis di negara kita sangat besar berdasarkan yang data yang dimiliki oleh Departemen Kehutanan luas kawasan hutan kita sekitar 120,35 juta hektare atau 63% dari luas daratan Indonesia. Luas hutan tersebut terdiri dari hutan konservasi 20,5 juta hektare, hutan lindung 33,52 juta hektare, hutan produksi terbatas 23,06 juta hektare, hutan produksi 35,2 juta hektare dan hutan produksi yang dapat dikonversi 8,07 juta hektare.

Selama lebih dari tiga dekade, sektor kehutanan di Indonesia telah memberikan peran yang besar dalam pembangunan nasional baik sebagai penghasil devisa, pembangkit aktivitas sektor lain, maupun pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional dan peyedia lapangan kerja dengan jumlah yang cukup besar. Disamping itu, juga telah memberikan kontribusi dalam menjaga lingkungan dalam bentuk sebagai penahan terjadinya longsor dan banjir, sebagai tempat serta sumber kehidupan satwa dan makhluk hidup lainnya, dan yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah sebagai penyerap gas CO2.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi hutan tropis Indonesia mengalami deforestasi dengan tingkatan yang cukup memprihatinkan. Kerusakan hutan di lima pulau besar di Indonesia pada periode 1997-2000 mencapai rata-rata 2,83 juta hectare per tahun. Kerusakan ini termasuk kerusakan hutan akibat kebakaran hutan pada tahun 1997-1998 seluas 9,7 juta hektare. Selain kebakaran hutan, sebab-sebab lainnya adalah illegal logging, pertambangan, perambahan, konversi kawasan hutan ke areal yang tidak memenuhi kaidah yang berlaku serta lemahnya upaya penegak hukum terhadap kejahatan hutan yang merupakan bagian dari penyebab semakin terdegradasinya hutan Indonesia.

Secara nyata kerusakan hutan telah mengakibatkan bencana bagi kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam aspek ekonomi, ekologi, sosial budaya dan moral bahkan dampak negatifnya telah melampaui batas negara.

Untuk mengatasi segala permasalahan tersebut, maka Dephut sedang dan terus berupaya untuk memperbaiki kualitas hutan yang rusak. Oleh sebab itu pembangunan kehutanan pada era 2005-2009 difokuskan kegiatan rehabilitasi dan konservasi. Dari upaya rehabilitasi yang telah dilakukan, sejak 2003 melalui berbagai kegiatan penanaman, telah berhasil ditanam sekitar 2 miliyar bibit pohon, melalui berbagai gerakan penanaman yaitu; Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GERHAN), Gerakan Indonesia Menanam, Gerakan Bakti Penghijauan Pemuda dan lain-lain.

Pada awal 2008 telah pula dilaksanakan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang telah menunjukkan adanya respon yang besar dari seluruh komponen bangsa serta kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pada Aksi Penanaman Serentak Indonesia tersebut terealisasi sebanyak 86,9 juta bibit pohon dari target 79 juta bibit pohon, sedangkan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon sebanyak 14,1 juta bibit pohon dari target 10 juta bibit pohon. Semangat dan kerja keras rakyat Indonesia telah mendapat pengakuan dan penghargaan Internasional atas keberhasilan dalam penyelamatan lingkungan hidup dan pengurangan dampak pemanasan global yang diterima pada tanggal 5 Juni 2008 lalu melalui Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Ibu Ani Yudhoyono berupa Certificate of Global Leaddership dari united Nation Environment Programme (UNEP)

Pada tahun 2008 ini, dalam rangka peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, kembali dilaksanakan aksi penanaman serentak 100 juta pohon yang disebut Hari Menanam Indonesia dan Bulan Menanam Nasional.

Harapan Beliau, melalui gerakan-gerakan penanaman tersebut, mudah-mudahan lahan-lahan kristis, lahan terbuka dan kawasan hutan yang rusak dapat diperbaiki kualitasnya. Dengan demikian dapat berkontribusi positif terhadap pengurangan ancaman pemanasan global dan perubahan iklim. Upaya-upaya rehabilitasi dan konservasi terhadap hutan dan lahan di Indonesia memerlukan keterlibatan dari seluruh komponen bangsa. Oleh sebab itu misi dari YPHL menjadi sangat penting, yaitu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup. Diharapkan akan timbul kepedulian dan kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup, sehingga diharapkan akan timbul kepedulian dan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya hutan dan lingkungan untuk kelangsungan kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini.

"Penobatan Duta Muda Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia yang dilaksanakan pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini saya pandang sebagai momentum yang tepat untuk mendorong kaum muda Indonesia untuk bersama-sama komponen bangsa lainnya berkontribusi dalam upaya rehabilitasi dan konservasi hutan tropis Indonesia yang kita miliki," Beliau mengatakan.

Akhir kata, Beliau mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan terus berupaya untuk dapat aktif berkontribusi dalam pennyelamatan hutan dan lingkungan.

Related Posts by Categories



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar